LATAR BELAKANG BERDIRINYA YAYASAN GEMA SEPEDA KARIMUN
Berawal dari kesamaan minat dan hobby terhadap olahraga sepeda, yang mulanya hanya sekedar jadi sarana kumpul – kumpul gowes dan setelahnya ngopi bareng, atau sekedar GOCAPAN alias Gowes Cari Sarapan lalu sharing hal – hal seputar sepeda. Dengan jadwal gowes rutin setiap Hari Selasa dan Kamis sore dengan jarak tempuh yang hanya sekitar 20 sampai 30 an kilometer, lalu pada Miggu pagi untuk jarak tempuh sekitar 50 an kilometer, dengan rute track bervariasi baik onroad maupun offroad.
Komunitas sepeda di Karimun awalnya dipelopori oleh CCC yakni Customs Cycling Club sekitar awal tahun 2000 an, baru setelahnya dibentuk komunitas khusus pesepeda Karimun yakni Karimun Cycling Club (KCC). Anggota klub ini berjumlah ± 60 an orang, yang didominasi oleh pesepeda senior usia 30 an sampai 50 an tahun keatas, sedangkan yang usia muda dibawah 20 tahun hanya beberapa orang saja. Dikarenakan pada waktu itu minat anak muda terhadap olahraga sepeda belum begitu ramai seperti saat ini.
Minat bersepeda di Karimun memang terlihat berbeda dikarenakan untuk bersepeda dijalan raya lebih banyak disukai para peseda dengan menggunakan MTB atau Mountain Bike, sedangkan untuk sepeda Roadbike sangat sedikit sekali yang menggunakan atau memilikinya. Hal ini dikarenakan sepeda MTB lebih fleksibel untuk menjajal segala medan baik jalan raya maupun tanah, sehingga tidak perlu mengganti sepeda lagi. Lagipula geografis di Karimun merupakan pulau – pulau yang memiliki akses jalan raya tidak terlu panjang dan lebih banyak terdapat lintasan tanah untuk bersepeda. Walaupun demikian untuk soal kecepatan, meski hanya menggunakan MTB para pesepeda ini tetap mampu mengimbangi mereka yang bersepeda dengan menggunakan sepeda jenis Roadbike. Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenkan, walau mereka hanya menggunakan sepeda MTB namun mereka saat latihan selalu mencoba bersaing dan beradu kecepatan saling mengalahkan satu dan lainnya, bahkan mereka mencoba mengejar pengendara bermotor yang melintas, tidak hanya yang muda namun pesepeda senior juga tidak mau kalah dan ikut beradu kecepatan seolah – olah saat itu mereka sedang berlomba menuju garis finish, sehingga lama kelamaan akhirnya fisik dan stamina mereka terbina dan terlatih dengan sendirinya.
Setelah lama sering berlatih untuk membina fisik dan stamina, terasa ada yang kurang. Yakni mereka belum memiliki pengalaman dan mental, serta merasakan bagaimana adrenalin yang meluap saat dalam sebuah pertandingan yang sesungguhnya, akhirnya untuk menguji kemampuan diri tersebut, dengan dana seadanya mereka mulai mengikuti berbagai perlombaan di kelas MTB, baik perlombaan yang diadakan di lokal Karimun, di sekitar wilayah Kepri, lalu di wilayah Sumatra, bahkan sampai perlombaan tingkat Internasional seperti di Malaysia juga mereka ikuti. Alhamdulillah, hampir semua perlombaan yang diikuti meraih podium dan membawa pulang prestasi yang baik, sehingga mengharumkan nama Karimun di luar sana. Baik untuk Atlit yang berlomba dikategori Muda, maupun yang atlit yang mengikuti kategori Master – masternya. Semua selalu sama – sama membawa pulang juara. Tidak heran dikala itu nama pesepeda Karimun sangat disegani dan tidak dipandang sebelah mata oleh pesepeda lain. Sehingga mereka para klub dan komunitas sepeda luar daerah bahkan luar negeri pun banyak yang tertarik dan penasaran dengan pesepeda Karimun, akhirnya merekapun mau berkunjung ke Karimun untuk gowes bersama.
Lalu setelah itu mulailah penghobi sepeda di Kabupaten Karimun semakin ramai termasuk anak – anak mudanya. Latihan mulai ditingkatkan dengan target perlombaan yang lebih besar dan bergengsi, salah satunya saat itu untuk mengikuti Tour de Bintan yang berskala Internasional di Bintan. Atlit – atlit sepeda saat itu sangat siap dan antusias untuk mengikuti perlombaan tersebut, dikarenakan mereka sudah berlatih sekian lama. Namun ada satu hal yang menjadi kendala, yakni tidak semua atlit memiliki sepeda Roadbike, dikarenakan perlombaan tersebut dikhususkan bagi pesepeda jalan raya. Sedangkan selama ini atlit di Karimun berlatih dengan menggunakan sepeda MTB dan itupun digunakan untuk berlatih endurance jarak jauh di jalan raya. Akhirnya demi mengikuti perlombaan tersebut mewakili nama Kabupaten Karimun, mereka terpaksa meminjam sepeda Roadbike kepada pesepeda lain yang punya sepeda namun tidak mengikuti perlombaan. Dan juga karena keterbatasan sepeda yang ada, atlit yang diberangkatkan juga terbatas. Ini jadi satu hal sangat memberatkan bagi atlit selain memikul beban yang berat karena mewakili Kabupaten, namun juga dihantui rasa takut dikarenakan tanggungjawab yang besar terhadap sepeda yang dipinjam, sebab jika terjadi sesuatu, terpaksa mereka yang akan menggantinya. Seperti istilah, Beli tak mampu tapi untuk ganti harus mampu pula (terpaksa).
Hal ini terus berlanjut setiap mengikuti event – event yang menggunakan sepeda Roadbike. Akhirnya dengan pertimbangan demi semangat berolahraga sepeda terus berkembang terutama bagi generasi muda, dan juga demi persiapan menghadapi Porprov Kepri III 2014, dimana Karimun sebagai tuan rumah penyelenggara. Maka pada saat itu, kami beberapa Atlit dan pesepeda Muda bersama beberapa orang senior, berdiskusi dengan salah satu Anggota DPRD Kabupaten Karimun sekaligus ingin menyampaikan aspirasi terkait pembinaan atlit itu, serta mencari solusi bagaimana caranya agar Atlit sepeda Karimun memiliki sepeda Roadbike tanpa harus lagi meminjam dengan orang lain. Dan akhirnya, dari hasil rapat tersebut tercetuslah ide untuk mendirikan suatu lembaga, yang menjadi awal lahirnya Yayasan Gema Sepeda Karimun, pada tanggal 30 November 2013 dengan membawa moto Gemakan Sepeda Sehat, Sepeda Berprestasi.
Setelah itu, yayasan langsung dibentuk dan segera didaftarkan di notaris dan Kemenkumham, agar teregistrasi dan memiliki badan hukum tetap. Selanjutnya dengan persyaratan ini bersama mulailah diajukan permohonan bantuan ke Pemerintah untuk dapat membeli Inventaris berupa sepeda Roadbike Carbon sebanyak 5 Unit merek Giant TCR Advanced yang selanjutnya akan digunakan Atlit – atlit sepeda terbaik Karimun didalam mengikuti perlombaan. Sehingga akhirnya pada porprov Kepri III 2014, sebanyak 4 Atlit YGSK dari jumlah 5 atlit sepeda yang diturunkan diperlombaan, mereka meraih Emas dan menjadi juara Umum kelas Roadbike, dan mengharumkan seta membanggakan nama Kabupaten Karimun di Provinsi Kepri. Dan begitu seterusnya, dalam event – event bergengsi lainnya, baik lokal maupun internasional, Atlit YGSK terus berpartisipasi dan meraih hasil yang membanggakan. Hingga saat ini sepeda tersebut masih digunakan Atlit – Atlit Karimun untuk berlatih dan mengikuti perlobaan bergengsi lainnya.
Itulah menjadi awal perkembangan olahraga sepeda di Karimun menuju event – event yang luar biasa, dan para pencinta sepeda pun semakin banyak, baik sekedar hobby maupun untuk prestasi, juga mulai bermunculan berbagai macam nama klub dan komunitas sepeda yang baru, tidak hanya untuk sepeda MTB, namun kini sudah banyak juga yang menggunakan sepeda Roadbike, karena termotivasi ingin ikut perlombaan seperti atlit – atlit lainnya.
Demikianlah latar belakang singkat berdirinya Yayasan Gema Sepeda Karimun ini.
Gemakan Sepeda Sehat, Sepeda Berprestasi



Komentar
Posting Komentar